Monday, March 11, 2019

APAITU SERTIFIKASI GURU ?

Saat mendengar Sertifikasi Guru, munkin ini adalah kabar gembira untuk para guru yang belum PNS dan peningkatan mutu pendidikan. Lalu apa itu sertifikasi guru ? Sertifikasi guru menjadi perhatian di dunia pendidikan setelah pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Desember 2005. Awal mula munculnya sertifikasi guru banyak bermunculan isu dan pemahaman yang tidak utuh, tidak berdasar, dan cenderung menyesatkan yang akan membingungkan masyarakat dan khususnya untuk guru. 

Pada 4 Mei 2007 terbit peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor18 Tahun 2007 tetang Sertifiksi Bagi Guru Dalam Jabatan dan pada 13 Juli 2007 terbit keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 057/O/2007 tentang Penteapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan. Adanya peraturan yang baru saja diresmikan menambah kejelasan mengenai sertifikasi guru.

Agar lebih memahami apa itu sertifikasi guru, berikut kutipan yang terdapat didalam Undang-Undang Republik INdonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen:
  • Pasal 1 butir 11: Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidikan kepada guru dan dosen.
  • Pasal 8: guru wajib memiliki kialifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • Pasal 11 butir 1: Sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
  • Pasal 16 : Guru yang memiliki sertifikat pendidikan memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji, guru negeri maupun swasta dibayar pemerintah.
Berdasarkan kutipan tersebut maka akan ada sedikit gambaran mengenai sertifikasi guru. lalu apa itu sertifikasi guru ? Sertifikasi guru adalah pemberian sertifikat kepada guru yang memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Dengan adanya sertifikasi guru, setidaknya guru akan memperoleh tunjangan dari negara walaupun dia belum menjadi guru negeri namun akan memeperoleh gaji dari pemerintah. Hal ini suatu kabar menggembirakan bagi para guru, disisi lain hal ini akan memperbaiki mutu pendidikan , karena pendidikan di indonesia memiliki guru-guru yang profesional yang telah memiliki sertifikat guru dari pemerintah.


Dengan adanya artikel ini, saya berharap dapat bermanfaat untuk para pengunjung blog ini. Jangan lupa kunjungi artikel lain blog ini. Terimaksih telah berkunjung.

KARAKTERISTIK DAN PENDIDIKAN ANAK ADD DAN ADHD

PENGERTIAN

Attention deficit disorder (ADD)

Attention deficit disorder (ADD) merupakan suatu gangguan pemusatan perhatian dan implusif yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang memiliki gejala ADD seringkali asyik dengan dunianya sendiri. Di Sekolah, anak tidak pernah memperhatikan gurunya saat proses belajar mengajar dan anak hanya fokus hanya pada saat pembelajaran yang membutuhkan konsentrasi.  Selain itu ia juga tidak pernah serius dalam belajar. Bahkan ia tidak dapat menentukan pilihan untuk suatu hal. Ada pula anak ADD yang tidak ingin berkomunikasi dan selalu ingin menyendiri, saat ditanya diam seribu bahasa. Ataupun sebaliknya, Ada anak ADD yang agresif dalam berperilaku sehingga disalah tafsirkan sebagai anak nakal. 

Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)

Jika gangguan pemusahatan perhatian disertai dengan sikap hiperaktif, maka dikenal dengan istilah Attention-Deficit/Hyperaktive Disorder (ADHD). Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dengan/tanpa hiperaktif (GPP/H) yang merupakan gangguan mental yang mencakup pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif dan implusivitas. ADHD berawal dari masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga ia dewasa. Tanpa adanya perawatan dapat menyebabkan permasalahan serius dirumah, sekolah, pekerjaan, dan interaksi sosial di masyarakat. 
ADHD mencakup gangguan pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsivitas. Sesungguhnya ADHD bukanlah sebuah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh beragam penyakit dan gangguan sehingga tidaklah tepat bila memberikan obat atau pendekatan yang sama pada setiap anak yang mengalami ADHD  tanpa memahami terlebih dahulu gangguan atau penyakit yang melatarbelakanginya
Gangguan ADD dan ADHD  pada dasarnya mnyerang mental seseorang yang dipengaruhi banyak hal, diantaranya kurangnya gizi saat ibu hamil, faktor radiasi yang menyerang anak pada saat balita dan lain sebagainya.

PERBEDAAN ADD & ADHD

Banyak orang tidak memahami perbedaan antara anak ADD dan ADHD. Kurangnya rasa perhatian sehingga membuat anak menjadi pendiam dan pemurung sehingga melakukan perilaku anah didalam kondisi diamnya, bisa jadi ia mengalami ADD.
Sedangkan ADHD Suatu kondisi dimana anak telah terlihat gejala hiperakif implusif, dan sementara itu juga ada gejala lain yang datang dengan segala jenis macam sifat dan sikap gangguan ADD, kondisi di atas merupakan dua gejala paling umum yang dialami anak ADD.
Disisi lain, banyak pula ahli yang menegaskan bahwa ADD dan ADHD adalah dua jenis gangguan perilaku yang berbeda. pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa gangguan pemusatan perhatian tidak disertai dengan gangguan hiperaktivitas.  Sedangkan pada Anak ADHD memiliki gangguan pemusatan perhatian sekaligus hiperaktivitas implusif. Oleh karena itu, anak dengan ADHD memiliki gejala yang lebih terlihat dibanding dengan ADD. 


KARAKTERISTIK

Attention deficit disorder (ADD)

Anak dengan ADD sering sekali tampak tidak teratur dan kosong. Mereka sering sekali menatap keluar jendela saat didalam kelas, dan tampak sering tidak pernah benar-benar ada  (seperti melamun) tetapi sebenarnya tidak , karena mereka memiliki dunianya sendiri. Anak ADD sering melakukan tindakan diluar kepala (ekstream), tetapi mereka tidak menyadari telah melakukan hal ekstream.
ADD tidak menimbulkan masalah dan ganguan yang jelas. Oleh karena itu, tidak secara luas diakui dan berlangsung secara terus menerus.

Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)

Gejala ADHD biasana mulai muncul pada usia 3 tahun , namun pada umumnya baru terdeteksi pada saat anak memasuki usi bangku sekolah dasar, karena pada situasi belajar formal menuntut pola perilaku yang terkendali, termasuk pemusatan perhatian dan konsentrasi yang baik. 
ADHD merupakan suau ganguan yang kompleks. Gejala yang timbul dari gangguan ini bervariasi, bergantung pada usia , situasi dan lingkungannya. Secara umum gejala ADHD dikategorikan menjadi 3 gejala utama, yaitu :

1. Inatensi (Gangguan pemusatan perhatian)

Anak akan mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatiannya. Perhatian mereka sangat mudah teralihkan oleh rangsangan yang diterima oleh alat indra secara tiba-tiba atau perasaan yang timbul pada saat itu.  secara lebih spesifik, gejala dari inatensi, antara lain sebagai berikut :
  • Sangat sulit memusatkan perhatian
  • Tampak tidak mendengarkan saat orang lain berbicara kepadanya
  • Perhatiannya sangat mudah teralihkan, terutama oleh rangsangan suara
  • Kerap melakukan kesalahan akibat kurang berhati-hati atau karena kurang memperhatikan 
  • Sulit mengikuti arahan
  • Sering tidak menyelesaikan tugas hingga tuntas
  • sering melupakan atau menghilangkan sesuatu
  • Mempunyai kecenderungan mengigau saat tidur

2. Hiperaktif

Anak ADHD selalu terlihat melakukan suatu gerakan yang berlebihan dibandingkan dengan yang dikukan olehanak anak seusianya secara umum. Perilaku hiperaktif yang di munculkan cenderung tidak memiliki tujuan jika dibanding dengan individu yang aktif. secara spesifik, gejala hiperaktif pada anak ADHD, sebagai berikut:
  • Tidak dapat bermain dengan tenang
  • Mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak (sulit untuk diam, menggeliat, gelisah, dan sering berdiri kembali ketika duduk)
  • Selalu bergerak, seperti berlari atau memanjat sesuatu
  • Tidak dapat duduk dengan tenang
  • Banyak bicara
  • Sering membuat gaduh suasana
  • Selalu memegang apa yang dilihat
  • Suka berteriak-teriak
  • Impulsif

Anak ADHD melakukan tindakan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Mereka sangat dikuasai oleh perasaannya sehingga cepat sekali bereaksi. Mereka sulit untuk memberikan prioritas kegiatan. Perilaku anak impulsif ini umunya menyulitkan, baik anak tersebut maupun lingkungannya,  secara lebih spesifik, gejala yang berkaitan dengan anak impulsif, antara lain sebagai berikut :
  • Sulit menunggu giliran
  • Menjawab pertanyaan atau memotong pembicaraan oranglain
  • Sering menyela atau memotong pembicaraan orang lain
  • Bertindak impulsive tanpa memikirkan konsekuensinya, sperti berlari di tengah acara formal dan mengejar sesuatu yang berbahaya 
  • Sering mengambil mainan teman dengan paksa
  • Reaktif
  • Sering bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu

Penanganan Untuk anak ADD/ ADHD :

1. Terapi

  • Terapi Medikasi atau framakologi, adalah penanganan dengan menggunakan obat-obatan. Terapi ini hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol terhadap kemungkinan timbulnya implus hiperaktif yang tidak terkendali. Sebelum menggunakan obat, diagnosis ADD/ADHD harus ditegakkan terlebih dahulu.
  • Terapi Nutrisi, adalah penanganan penangan penderita dengan diet keseimbangan karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan, penanganan alergi makanan dan/atau reaksi simpang makanan lannya.
  • Terapi Biomedis, adalah penanganan dengan suplemen nutrisi, defisiensi mineral, asam lemak esensial, gangguan metabolisme asam amino, dll.
  • Ter bermain, penting untuk mengembangkan keterampilan, kemampuan gerak, minat, dan terbiasa dengan suasana kompetitif dan kooperatif dalam elakukan kegiatan kelompok.

2. Obat

  • Stimulus , merupakan jenis obat yang sering dipakai untuk ADD/ADHDm Addeal/E, DextroStat/E., dan Ritalin/E. Stimulan bereaksi cepat, berefek samping ringan, dan dapat memberikan energy bagi mental anak dalam memusatkan perhatian.
  • TCA (Tri Cyclic Antideppressant), sangat efektif untuk dalam mengatasi suasana hhati karena merupakan jenis antidepresan. Akan tetapi TCA bekerja lebih lambat dan beresiko dalam penggunaannya.

3. Lingkungan

  • Rumah, dengan melakukan pengaturan waktu, ruangan untuk melakukan aktivitas, dan mungkin tempat untuk anak jika ingin menyendiri.
  • Sekolah, Membuat kartu kegiatan anak dalam satu hari beserta keterangan apakah ia sudah melakukan nya dengan baik


Sumber :

Cahya, Laili S. 2013. AHDH Bisa Sembuh, Kok. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.
Perdana, Isna F. 2012. Lebih Paham dan Dekat dengan Anak ADD/ADHD. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.

Semoga bermanfaat untuk para pembaca, jangan lupa tinggalkan komentar :)

TAHAP DAN PELAKSANAAN MUATAN LOKAL


TAHAPAN PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL        

1.      Analisis konteks lingkungan alam, sosial, dan/atau budaya;
2.      Identifikasi muatan lokal;
3.      Perumusan kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan local;
4.      Penentuan tingkat satuan pendidikan yang sesuai untuk setiap kompetensi dasar;
5.      Pengintegrasian kompetensi dasar ke dalam muatan pembelajaran yang relevan;
6.      Penetapan muatan lokal sebagai bagian dari muatan pembelajaran atau menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri.
7.      Penyusunan silabus; dan
8.      Penyusunan buku teks pelajaran.


MEKANISME PELAKSANAAN MUATAN LOKAL

1.      Muatan lokal diselenggarakan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan sumber daya pendidikan yang tersedia.
2.      Dalam hal muatan lokal ditetapkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, satuan pendidikan dapat menambah beban belajar muatan lokal paling banyak 2 (dua) per minggu.
3.      Kebutuhan sumber daya pendidikan sebagai implikasi penambahan beban belajar muatan lokal ditanggung oleh pemerintah daerah yang menetapkan.
4.      Pelaksaan muatan lokal pada satuan pendidikan perlu didukung dengan:
a.       Kebijakan pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau kota, dan satuan pendidikan sesuai kewenangannya.
b.      Ketersediaan sumber daya pendidikan yang dibutuhkan.

Thursday, February 8, 2018

STANDAR KOMPETENSI GURU

Standar Kompetensi Guru

Dalam UU No. 14 Tahun 2005 pasal 10 ayat 1 tentang guru dan dosen menyatakan bahwa:  Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Adapun keempat standar kompetensi tersebut wajib dimiliki oleh seorang guru. Berikut penjelasan keempat kompetensi tersebut:

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi Pedagogik merupakan kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Adapun kompetensi pedagogik meliputi: Mengenal anak didiknya, menguasai teori-teori tentang pendidikan, bahan pelajaran, macam-macam teknik dan metode pembelajaran, menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) serta mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi Kepribadian ialah kemampuan individu atau personal yang mencerminkan kepribadian yang stabil, bijaksana, dewasa, berwibawa, dan dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya serta memiliki akhlak yang mulia. Kompetensi kepribadian ini berkemampuan dalam mengaktualisasikan diri sebagai pendidik yang disiplin, jujur, berwawasan luas, bertanggung jawab dan dapat menjadi sumber inspirasi posirif bagi para peserta didiknya.
3. Kompetensi Sosial
Kompetensi Sosial ialah kemampuan guru dalam melakukan komunikasi baik lisan, tulisan maupun perbuatan kepada peserta didik, tenaga-tenaga kependidikan, wali murid, maupun masyarakat sekitar dengan cara yang efektif, ramah atau santun dan sesuai dengan adat dan norma yang berlaku. Selain itu, dalam kompetensi sosial ini, guru mampu bekerjasama dan beradaptasi dengan keanekaragaman suku dan budaya di tempat melaksanakannya tugas.

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi Profesional merupakan kemampuan dalam penguasaan materi pembalajaran secara mendalam dan luas. Tidak hanya penguasaan materi pelajaran saja, namun juga penguasaan terhadap materi-materi kurikulum yang berlaku, konsep dan struktur keilmuan, masalah-masalah pendidikan dan wawasan yang memadai terhadap materi-materi yang bersangkutan.

Wednesday, February 7, 2018

Komponen Strategi Pembelajaran


 Komponen dalam strategi pembelajaran meliputi beberapa hal, yaitu:
1.      Guru
Guru adalah pelaku pembelajaran, sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor penting. Di tangan gurulah sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. Komponen guru tidakdapat dimanipulasi atau direkyasa oleh komponen lain, dan sebaliknya guru mampu memanipulasi atau merekayasa komponen lain.
Sedangkn komponen lain tidakdapat mengubah guru menjadi bervariasi. Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik, yang akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai yang diharapkan.
2.      Peserta didik
Peserta didik merupakan komponen yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan potensi kemampuan menjadi nyata untuk mencapai tujuan belajar. Komponen peserta ini dapat dimodifikasi oleh guru.
3.      Tujuan
Tujuan merupakan dasar yang dijadikan landasan untuk menentukan strategi, materi, media, dan evaluasi pembelajaran.untuk itu, dalam strategi pembelajaran, penentuan tujuan merupakan komponen yang pertama kali harus dipilih oleh seorang guru, karena tujuan pembelajaran merupakan target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran.
4.      Bahan pelajaran
Bahan pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berupa materi yang tersusun secara sistemais dan dinamis sesuai dengan arah tujuan dan perkembanagan kemajuan ilmu pengetahuan dan untutan masyarakat. Menurut Suharismi (1990) bahan ajar merupkan komponen inti yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran.
5.      Kegiatan pembelajaran
Agar kegiatan pembelajaran dapat dicapai secara optimal, maka dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dirumuskan komponen kegiatan pembelajaan yang sesuai dengan standar proses pembelajaran.
6.      Metode
Metode adalah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penentuan metode yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran akan sangat menentuan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang berlangsung.
7.      Alat
alat yang dipergunakan dalam pembelajaran merupakan segala sesuatu yang daat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran alat memilki fungsi sebgai pelengkap untuk mencapai tujuan. Alat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat verbal dan alat bantu nonverbal. Alat verbal dapat berupa suruhan, perintah, larangan dan lain-lain. Sedangkan yang nonverbal dapat berupa globe, peta, papan tulis,slide dan lain-lain.
8.      Sumber belajar
Adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau rujukan dimana bahan pembelajaran bisa diperoleh . sehingga sumber belajar dapat berasal dari masyarakat, lingkungan, dan kebudayaannya, misalnya, manusia, buku,media massa,lingkungan, museum dan lain-lain.
9.      Evaluasi
Komponen evaluasi merupakan komponen  yang berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga bisa berfungsi sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah ditetapkan. Kedua fungsi evaluasi tersebut merupakan evaluasi sebagai fungsi sumatif dan formatif.
10.  Situasi atau lingkungan
Lingkungan sangat mempengaruhi guru dalam menentukan strategi pembelajaran. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim, madrasah, letak madrasah dan lain sebagainya), dan hubungan antar insani,misalnya dengan teman, dan peserta didik dengan orang lain. Contohnya keadaan ini misalnya menurut isi materinya seharusnya pembelajaran menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran, karena kondisi masyarakat sedang rawan, maka diubah dengan menggunakan metode lain, misalnya membuat kliping.

PENGERTIAN STATISTIK ( STATISTIK PENDIDIKAN)

Statistik berasal dari bahasa latin, yaitu "status" yang berarti negara dan digunakan untuk urusan negara. hal ini dikarenakan pada mulanya, Statistik hanya digunakan untuk menggambarkan keadaan dan menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kenegaraan saja seperti: perhitungan banyaknya penduduk, pembayaran pajak, gaji pegawai, dan lain sebagainya.

seiring dengan perkembangan zaman, statistik mulai mencakup hal-hal yang luas. Cakupan statistik tidak hanya bertumpu pada angka untuk pemerintahan saja, tetapi telah mengambil bagian di berbagai bidang kehidupan, termasuk kegiatan berbagai bidang penelitian, seperti pendidikan dan psikologi, pertanian, sosial, sains.
berikut ini pengertian ststistik sesuai dengan perkembangannya.
  1. Statistik adalah sekumpulan angka untuk menerangkan sesuatu, baik angka yang belum tersusun maupun angka-angka yang sudah tersusu dalam suatu daftar atau grafik. Berdasarkan pengertian ini , statistik dalam arti sempit, yaitu keterangan ringkas berbentuk angka-angka
  2. Statistik adalah sekumpulan cara dan aturan tentang pengumpulan, pengelolaan, analisis, serta penafsiran data yang terdiri dari angka-angka
  3. Statistik adalah sekumpulan angka yang menjelaska sifat-sifat data atau hasil pengamatan.
Berdasarkan pengertian kedua dan ketiga, statistik sudah diartikan dalam arti luas dan sudah merupakan suatu metode atau ilmu,  yaitu metode  atau ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengelolaan, penganalisisan, penafsiran, dan penarikan kesimpulan dari data yang ada.
statistik dalam arti sempit mendeskripsikan atau menggambarkan mengenai data yang disajikan dalam bentuk (1) tabel da diagram, (2) Pengukuran tendensi sentral (rata-rata hitung, rata-rata ukur, dan rata-rata harmonik) (3) Pengukuran penempatan (median, kuartil, desil, dan presentil), (4) pengukuran penyimpangan (range, rentangan antara kuartil, rentang semi antara kuartil, simpangan rata-rata, simpangan baku, variansi, koefisien variansidan angka baku), dan (5) angka indeks.
sedangkan statistik dalam arti luas adalah suatu alat untuk mengumpulkan data, mengelola data, menarik kesimpulan, membuat tindakan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan atau statistik yang digunakan menganalisis data sampel dan hasilnya dimanfaatkan untuk generalisasi pada populasi.

Monday, February 5, 2018

MAKNA PENILAIAN PORTOFOLIO

Penilaian portofolio adalah penilaian model baru yang diterapkan di Indonesia sejak kurikulum 2004. Penilaian protofolia memiliki tujuan untuk emningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai salah satu penelitian berbasis kelas, portofolio memiliki fungsi dan peran yang sangat penting dalam menutupi berbagai bentuk kekurangan dan kelemahan penilaian yang hanya melihat hasil pembelajaran tanpa mengetahui prose situ berlangsung. Jadi dengan adanya penilaian ini kita memperhatikan proses pembelajaran yang telah berlangsung. Sehingga bentuk sikap, minat belajar, motivasi, produkketerampilan peserta didik, dan bentuk kemampuan lain-selain tes objektif dan nonobjektif-banyak terabaikan.

Makna Penilaian Portofolio

Makna portofolio antara yang satu dengan yang lainnya berbeda. Dimana ada yang memandang portofolio sebagai benda, alat dan sebagai metode/ teknik/ cara untuk menilai sesuatu melalui benda fisik yang telah dihasilkan dari keterampilan peserta didik selama proses pendidikan. Dari berbagai perbedaan, dalam konteks evaluasi pendidikan, portofolio dapat diartikan sebagai suatu wujud benda fisik atau kumpulan suatu dokumentasi atau hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan dari tes awal, tugas kerja peserta didik yang disimpan dari tes awal, tugas-tugas, catatan anekdot, piagam penghargaan, keterangan melaksanakan tugas terstruktur, sampai pada tes akhir.
Jika dilihat dari sejarah, sebenarnya portofolio pertamakali digunakan oleh para fotografer dan artis untuk memperlihatkan prospektif pekerjaan mereka kepada pelanggan dengan menunjukkan koleksi pekerjaan yang dimilikinya. Secara umum, portofolio merupakan kumpulan dokumen yang digunakan untuk mendokumentasikan dan menilai perkembangan suatu proses yang berupa objek penilaian yang dipakai oleh seseorang, kelompoklembaga, organisasi, atau perusahaan.
Sedangkan jika dilihat dari dunia bisnis, portofolio digunakan untuk menilai keefektifan suatu proses produksi dari jenis produk tertentu. Dalam dunia kesehatan, protofolio dapat dilihat dari kartu menuju sehat (KMS) yang digunakan untuk memantau perkembangan pertumbuhan bayi dari 0 tahun sampai usia tertentu.
Menurut zaenal, portofolio dapat digunakan guru untuk melihat perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik, baik yang berwujud pengetahuan (cognitive), keterampilan (sychomotor), maupun sikap dan nilai (affective). 
Pada dasarnya, penelitian portofolio adalah bentuk penilaian yang berorientasi pada hasil (lebih menekankan aspek kognitif), kea rah suatu penilaian yang bersifat menyeluruh (holistic), yaitu sustu penilaian yang tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi juga nilai, sikap, serta ketrampilan. 
Porofolio adalah suatu penilaian kinerja peserta didik. Penilaian ini aka mengukur sejauh mana pengetahuan peserta didik diinternalisasikan menjadi sebuah karya yang bisa didokumentasikan. Dokumentasi hasil karya peserta didik itu dijadikan alat bantu bagi guru untuk mengomentari dan memantau perkembanganpeserta didik. Peserta didik melakukanproses dokumentasi itu sesuai minat dan kreativitas mereka, sehingga guru mampu mengidentifikasi potensi yang ada pada setiap peserta didik.
Penilaian portofolio memberikan otonomi yang lebih terhadap peserta didik; menuntut keterlibatan peserta didik untuk aktif dalam proses penilaian dirinya: peserta didik telah mengalami perkembangan atau justru mengalami kemunduran.  Peserta didik bisa terlibat aktif dalam melakukan proses penilaian karena portofolio itu merupakan serangkaian kumpulan dokumentasi sistematis dari setiap hasil pekerjaan peserta didik.
Jadi, portofolio adalah kumpulan karya terpilih dari peserta didik, baik perorangan maupun kelompok. Karena portofolio adalah kumpulan karya terpilih, maka tidak semua karya peserta didik bisa masuk dan dikumpulkan dalam portofolio. Ada standar karya peserta didik tersebut bisa dijadikan portofolio atau tidak.


Sumber: Atmaja, Nanda Pramana. 2016. Buku Super Lengkap Evaluasi Belajar-Mengajar. Yogyakarta: DIVA Pers.


semoga bermanfaat untuk para pembaca, temikasih atas kunjugannya :)