Monday, March 11, 2019

APAITU SERTIFIKASI GURU ?

Saat mendengar Sertifikasi Guru, munkin ini adalah kabar gembira untuk para guru yang belum PNS dan peningkatan mutu pendidikan. Lalu apa itu sertifikasi guru ? Sertifikasi guru menjadi perhatian di dunia pendidikan setelah pengesahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada Desember 2005. Awal mula munculnya sertifikasi guru banyak bermunculan isu dan pemahaman yang tidak utuh, tidak berdasar, dan cenderung menyesatkan yang akan membingungkan masyarakat dan khususnya untuk guru. 

Pada 4 Mei 2007 terbit peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor18 Tahun 2007 tetang Sertifiksi Bagi Guru Dalam Jabatan dan pada 13 Juli 2007 terbit keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 057/O/2007 tentang Penteapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan. Adanya peraturan yang baru saja diresmikan menambah kejelasan mengenai sertifikasi guru.

Agar lebih memahami apa itu sertifikasi guru, berikut kutipan yang terdapat didalam Undang-Undang Republik INdonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen:
  • Pasal 1 butir 11: Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidikan kepada guru dan dosen.
  • Pasal 8: guru wajib memiliki kialifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
  • Pasal 11 butir 1: Sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan.
  • Pasal 16 : Guru yang memiliki sertifikat pendidikan memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji, guru negeri maupun swasta dibayar pemerintah.
Berdasarkan kutipan tersebut maka akan ada sedikit gambaran mengenai sertifikasi guru. lalu apa itu sertifikasi guru ? Sertifikasi guru adalah pemberian sertifikat kepada guru yang memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Dengan adanya sertifikasi guru, setidaknya guru akan memperoleh tunjangan dari negara walaupun dia belum menjadi guru negeri namun akan memeperoleh gaji dari pemerintah. Hal ini suatu kabar menggembirakan bagi para guru, disisi lain hal ini akan memperbaiki mutu pendidikan , karena pendidikan di indonesia memiliki guru-guru yang profesional yang telah memiliki sertifikat guru dari pemerintah.


Dengan adanya artikel ini, saya berharap dapat bermanfaat untuk para pengunjung blog ini. Jangan lupa kunjungi artikel lain blog ini. Terimaksih telah berkunjung.

KARAKTERISTIK DAN PENDIDIKAN ANAK ADD DAN ADHD

PENGERTIAN

Attention deficit disorder (ADD)

Attention deficit disorder (ADD) merupakan suatu gangguan pemusatan perhatian dan implusif yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang memiliki gejala ADD seringkali asyik dengan dunianya sendiri. Di Sekolah, anak tidak pernah memperhatikan gurunya saat proses belajar mengajar dan anak hanya fokus hanya pada saat pembelajaran yang membutuhkan konsentrasi.  Selain itu ia juga tidak pernah serius dalam belajar. Bahkan ia tidak dapat menentukan pilihan untuk suatu hal. Ada pula anak ADD yang tidak ingin berkomunikasi dan selalu ingin menyendiri, saat ditanya diam seribu bahasa. Ataupun sebaliknya, Ada anak ADD yang agresif dalam berperilaku sehingga disalah tafsirkan sebagai anak nakal. 

Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)

Jika gangguan pemusahatan perhatian disertai dengan sikap hiperaktif, maka dikenal dengan istilah Attention-Deficit/Hyperaktive Disorder (ADHD). Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dengan/tanpa hiperaktif (GPP/H) yang merupakan gangguan mental yang mencakup pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif dan implusivitas. ADHD berawal dari masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga ia dewasa. Tanpa adanya perawatan dapat menyebabkan permasalahan serius dirumah, sekolah, pekerjaan, dan interaksi sosial di masyarakat. 
ADHD mencakup gangguan pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsivitas. Sesungguhnya ADHD bukanlah sebuah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh beragam penyakit dan gangguan sehingga tidaklah tepat bila memberikan obat atau pendekatan yang sama pada setiap anak yang mengalami ADHD  tanpa memahami terlebih dahulu gangguan atau penyakit yang melatarbelakanginya
Gangguan ADD dan ADHD  pada dasarnya mnyerang mental seseorang yang dipengaruhi banyak hal, diantaranya kurangnya gizi saat ibu hamil, faktor radiasi yang menyerang anak pada saat balita dan lain sebagainya.

PERBEDAAN ADD & ADHD

Banyak orang tidak memahami perbedaan antara anak ADD dan ADHD. Kurangnya rasa perhatian sehingga membuat anak menjadi pendiam dan pemurung sehingga melakukan perilaku anah didalam kondisi diamnya, bisa jadi ia mengalami ADD.
Sedangkan ADHD Suatu kondisi dimana anak telah terlihat gejala hiperakif implusif, dan sementara itu juga ada gejala lain yang datang dengan segala jenis macam sifat dan sikap gangguan ADD, kondisi di atas merupakan dua gejala paling umum yang dialami anak ADD.
Disisi lain, banyak pula ahli yang menegaskan bahwa ADD dan ADHD adalah dua jenis gangguan perilaku yang berbeda. pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa gangguan pemusatan perhatian tidak disertai dengan gangguan hiperaktivitas.  Sedangkan pada Anak ADHD memiliki gangguan pemusatan perhatian sekaligus hiperaktivitas implusif. Oleh karena itu, anak dengan ADHD memiliki gejala yang lebih terlihat dibanding dengan ADD. 


KARAKTERISTIK

Attention deficit disorder (ADD)

Anak dengan ADD sering sekali tampak tidak teratur dan kosong. Mereka sering sekali menatap keluar jendela saat didalam kelas, dan tampak sering tidak pernah benar-benar ada  (seperti melamun) tetapi sebenarnya tidak , karena mereka memiliki dunianya sendiri. Anak ADD sering melakukan tindakan diluar kepala (ekstream), tetapi mereka tidak menyadari telah melakukan hal ekstream.
ADD tidak menimbulkan masalah dan ganguan yang jelas. Oleh karena itu, tidak secara luas diakui dan berlangsung secara terus menerus.

Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)

Gejala ADHD biasana mulai muncul pada usia 3 tahun , namun pada umumnya baru terdeteksi pada saat anak memasuki usi bangku sekolah dasar, karena pada situasi belajar formal menuntut pola perilaku yang terkendali, termasuk pemusatan perhatian dan konsentrasi yang baik. 
ADHD merupakan suau ganguan yang kompleks. Gejala yang timbul dari gangguan ini bervariasi, bergantung pada usia , situasi dan lingkungannya. Secara umum gejala ADHD dikategorikan menjadi 3 gejala utama, yaitu :

1. Inatensi (Gangguan pemusatan perhatian)

Anak akan mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatiannya. Perhatian mereka sangat mudah teralihkan oleh rangsangan yang diterima oleh alat indra secara tiba-tiba atau perasaan yang timbul pada saat itu.  secara lebih spesifik, gejala dari inatensi, antara lain sebagai berikut :
  • Sangat sulit memusatkan perhatian
  • Tampak tidak mendengarkan saat orang lain berbicara kepadanya
  • Perhatiannya sangat mudah teralihkan, terutama oleh rangsangan suara
  • Kerap melakukan kesalahan akibat kurang berhati-hati atau karena kurang memperhatikan 
  • Sulit mengikuti arahan
  • Sering tidak menyelesaikan tugas hingga tuntas
  • sering melupakan atau menghilangkan sesuatu
  • Mempunyai kecenderungan mengigau saat tidur

2. Hiperaktif

Anak ADHD selalu terlihat melakukan suatu gerakan yang berlebihan dibandingkan dengan yang dikukan olehanak anak seusianya secara umum. Perilaku hiperaktif yang di munculkan cenderung tidak memiliki tujuan jika dibanding dengan individu yang aktif. secara spesifik, gejala hiperaktif pada anak ADHD, sebagai berikut:
  • Tidak dapat bermain dengan tenang
  • Mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak (sulit untuk diam, menggeliat, gelisah, dan sering berdiri kembali ketika duduk)
  • Selalu bergerak, seperti berlari atau memanjat sesuatu
  • Tidak dapat duduk dengan tenang
  • Banyak bicara
  • Sering membuat gaduh suasana
  • Selalu memegang apa yang dilihat
  • Suka berteriak-teriak
  • Impulsif

Anak ADHD melakukan tindakan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Mereka sangat dikuasai oleh perasaannya sehingga cepat sekali bereaksi. Mereka sulit untuk memberikan prioritas kegiatan. Perilaku anak impulsif ini umunya menyulitkan, baik anak tersebut maupun lingkungannya,  secara lebih spesifik, gejala yang berkaitan dengan anak impulsif, antara lain sebagai berikut :
  • Sulit menunggu giliran
  • Menjawab pertanyaan atau memotong pembicaraan oranglain
  • Sering menyela atau memotong pembicaraan orang lain
  • Bertindak impulsive tanpa memikirkan konsekuensinya, sperti berlari di tengah acara formal dan mengejar sesuatu yang berbahaya 
  • Sering mengambil mainan teman dengan paksa
  • Reaktif
  • Sering bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu

Penanganan Untuk anak ADD/ ADHD :

1. Terapi

  • Terapi Medikasi atau framakologi, adalah penanganan dengan menggunakan obat-obatan. Terapi ini hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol terhadap kemungkinan timbulnya implus hiperaktif yang tidak terkendali. Sebelum menggunakan obat, diagnosis ADD/ADHD harus ditegakkan terlebih dahulu.
  • Terapi Nutrisi, adalah penanganan penangan penderita dengan diet keseimbangan karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan, penanganan alergi makanan dan/atau reaksi simpang makanan lannya.
  • Terapi Biomedis, adalah penanganan dengan suplemen nutrisi, defisiensi mineral, asam lemak esensial, gangguan metabolisme asam amino, dll.
  • Ter bermain, penting untuk mengembangkan keterampilan, kemampuan gerak, minat, dan terbiasa dengan suasana kompetitif dan kooperatif dalam elakukan kegiatan kelompok.

2. Obat

  • Stimulus , merupakan jenis obat yang sering dipakai untuk ADD/ADHDm Addeal/E, DextroStat/E., dan Ritalin/E. Stimulan bereaksi cepat, berefek samping ringan, dan dapat memberikan energy bagi mental anak dalam memusatkan perhatian.
  • TCA (Tri Cyclic Antideppressant), sangat efektif untuk dalam mengatasi suasana hhati karena merupakan jenis antidepresan. Akan tetapi TCA bekerja lebih lambat dan beresiko dalam penggunaannya.

3. Lingkungan

  • Rumah, dengan melakukan pengaturan waktu, ruangan untuk melakukan aktivitas, dan mungkin tempat untuk anak jika ingin menyendiri.
  • Sekolah, Membuat kartu kegiatan anak dalam satu hari beserta keterangan apakah ia sudah melakukan nya dengan baik


Sumber :

Cahya, Laili S. 2013. AHDH Bisa Sembuh, Kok. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.
Perdana, Isna F. 2012. Lebih Paham dan Dekat dengan Anak ADD/ADHD. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.

Semoga bermanfaat untuk para pembaca, jangan lupa tinggalkan komentar :)

TAHAP DAN PELAKSANAAN MUATAN LOKAL


TAHAPAN PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL        

1.      Analisis konteks lingkungan alam, sosial, dan/atau budaya;
2.      Identifikasi muatan lokal;
3.      Perumusan kompetensi dasar untuk setiap jenis muatan local;
4.      Penentuan tingkat satuan pendidikan yang sesuai untuk setiap kompetensi dasar;
5.      Pengintegrasian kompetensi dasar ke dalam muatan pembelajaran yang relevan;
6.      Penetapan muatan lokal sebagai bagian dari muatan pembelajaran atau menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri.
7.      Penyusunan silabus; dan
8.      Penyusunan buku teks pelajaran.


MEKANISME PELAKSANAAN MUATAN LOKAL

1.      Muatan lokal diselenggarakan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan sumber daya pendidikan yang tersedia.
2.      Dalam hal muatan lokal ditetapkan sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri, satuan pendidikan dapat menambah beban belajar muatan lokal paling banyak 2 (dua) per minggu.
3.      Kebutuhan sumber daya pendidikan sebagai implikasi penambahan beban belajar muatan lokal ditanggung oleh pemerintah daerah yang menetapkan.
4.      Pelaksaan muatan lokal pada satuan pendidikan perlu didukung dengan:
a.       Kebijakan pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten atau kota, dan satuan pendidikan sesuai kewenangannya.
b.      Ketersediaan sumber daya pendidikan yang dibutuhkan.