PENGERTIAN
Attention deficit disorder (ADD)
Attention deficit disorder (ADD) merupakan suatu gangguan pemusatan perhatian dan implusif yang tidak sesuai dengan usia. Anak yang memiliki gejala ADD seringkali asyik dengan dunianya sendiri. Di Sekolah, anak tidak pernah memperhatikan gurunya saat proses belajar mengajar dan anak hanya fokus hanya pada saat pembelajaran yang membutuhkan konsentrasi. Selain itu ia juga tidak pernah serius dalam belajar. Bahkan ia tidak dapat menentukan pilihan untuk suatu hal. Ada pula anak ADD yang tidak ingin berkomunikasi dan selalu ingin menyendiri, saat ditanya diam seribu bahasa. Ataupun sebaliknya, Ada anak ADD yang agresif dalam berperilaku sehingga disalah tafsirkan sebagai anak nakal.
Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)
Jika gangguan pemusahatan perhatian disertai dengan sikap hiperaktif, maka dikenal dengan istilah Attention-Deficit/Hyperaktive Disorder (ADHD). Dalam bahasa Indonesia disebut dengan Gangguan Pemusatan Perhatian dengan/tanpa hiperaktif (GPP/H) yang merupakan gangguan mental yang mencakup pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif dan implusivitas. ADHD berawal dari masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga ia dewasa. Tanpa adanya perawatan dapat menyebabkan permasalahan serius dirumah, sekolah, pekerjaan, dan interaksi sosial di masyarakat.
ADHD mencakup gangguan pada tiga aspek, yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsivitas. Sesungguhnya ADHD bukanlah sebuah penyakit, melainkan sekumpulan gejala yang dapat disebabkan oleh beragam penyakit dan gangguan sehingga tidaklah tepat bila memberikan obat atau pendekatan yang sama pada setiap anak yang mengalami ADHD tanpa memahami terlebih dahulu gangguan atau penyakit yang melatarbelakanginya
Gangguan ADD dan ADHD pada dasarnya mnyerang mental seseorang yang dipengaruhi banyak hal, diantaranya kurangnya gizi saat ibu hamil, faktor radiasi yang menyerang anak pada saat balita dan lain sebagainya.
PERBEDAAN ADD & ADHD
Banyak orang tidak memahami perbedaan antara anak ADD dan ADHD. Kurangnya rasa perhatian sehingga membuat anak menjadi pendiam dan pemurung sehingga melakukan perilaku anah didalam kondisi diamnya, bisa jadi ia mengalami ADD.
Sedangkan ADHD Suatu kondisi dimana anak telah terlihat gejala hiperakif implusif, dan sementara itu juga ada gejala lain yang datang dengan segala jenis macam sifat dan sikap gangguan ADD, kondisi di atas merupakan dua gejala paling umum yang dialami anak ADD.
Disisi lain, banyak pula ahli yang menegaskan bahwa ADD dan ADHD adalah dua jenis gangguan perilaku yang berbeda. pendapat ini didasarkan pada fakta bahwa gangguan pemusatan perhatian tidak disertai dengan gangguan hiperaktivitas. Sedangkan pada Anak ADHD memiliki gangguan pemusatan perhatian sekaligus hiperaktivitas implusif. Oleh karena itu, anak dengan ADHD memiliki gejala yang lebih terlihat dibanding dengan ADD.
KARAKTERISTIK
Attention deficit disorder (ADD)
Anak dengan ADD sering sekali tampak tidak teratur dan kosong. Mereka sering sekali menatap keluar jendela saat didalam kelas, dan tampak sering tidak pernah benar-benar ada (seperti melamun) tetapi sebenarnya tidak , karena mereka memiliki dunianya sendiri. Anak ADD sering melakukan tindakan diluar kepala (ekstream), tetapi mereka tidak menyadari telah melakukan hal ekstream.
ADD tidak menimbulkan masalah dan ganguan yang jelas. Oleh karena itu, tidak secara luas diakui dan berlangsung secara terus menerus.
Attention Deficit Hyperaktive Disorder (ADHD)
Gejala ADHD biasana mulai muncul pada usia 3 tahun , namun pada umumnya baru terdeteksi pada saat anak memasuki usi bangku sekolah dasar, karena pada situasi belajar formal menuntut pola perilaku yang terkendali, termasuk pemusatan perhatian dan konsentrasi yang baik.
ADHD merupakan suau ganguan yang kompleks. Gejala yang timbul dari gangguan ini bervariasi, bergantung pada usia , situasi dan lingkungannya. Secara umum gejala ADHD dikategorikan menjadi 3 gejala utama, yaitu :
1. Inatensi (Gangguan pemusatan perhatian)
Anak akan mengalami kesulitan untuk memusatkan perhatiannya. Perhatian mereka sangat mudah teralihkan oleh rangsangan yang diterima oleh alat indra secara tiba-tiba atau perasaan yang timbul pada saat itu. secara lebih spesifik, gejala dari inatensi, antara lain sebagai berikut :
- Sangat sulit memusatkan perhatian
- Tampak tidak mendengarkan saat orang lain berbicara kepadanya
- Perhatiannya sangat mudah teralihkan, terutama oleh rangsangan suara
- Kerap melakukan kesalahan akibat kurang berhati-hati atau karena kurang memperhatikan
- Sulit mengikuti arahan
- Sering tidak menyelesaikan tugas hingga tuntas
- sering melupakan atau menghilangkan sesuatu
- Mempunyai kecenderungan mengigau saat tidur
2. Hiperaktif
Anak ADHD selalu terlihat melakukan suatu gerakan yang berlebihan dibandingkan dengan yang dikukan olehanak anak seusianya secara umum. Perilaku hiperaktif yang di munculkan cenderung tidak memiliki tujuan jika dibanding dengan individu yang aktif. secara spesifik, gejala hiperaktif pada anak ADHD, sebagai berikut:
- Tidak dapat bermain dengan tenang
- Mempunyai kebutuhan untuk selalu bergerak (sulit untuk diam, menggeliat, gelisah, dan sering berdiri kembali ketika duduk)
- Selalu bergerak, seperti berlari atau memanjat sesuatu
- Tidak dapat duduk dengan tenang
- Banyak bicara
- Sering membuat gaduh suasana
- Selalu memegang apa yang dilihat
- Suka berteriak-teriak
- Impulsif
Anak ADHD melakukan tindakan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Mereka sangat dikuasai oleh perasaannya sehingga cepat sekali bereaksi. Mereka sulit untuk memberikan prioritas kegiatan. Perilaku anak impulsif ini umunya menyulitkan, baik anak tersebut maupun lingkungannya, secara lebih spesifik, gejala yang berkaitan dengan anak impulsif, antara lain sebagai berikut :
- Sulit menunggu giliran
- Menjawab pertanyaan atau memotong pembicaraan oranglain
- Sering menyela atau memotong pembicaraan orang lain
- Bertindak impulsive tanpa memikirkan konsekuensinya, sperti berlari di tengah acara formal dan mengejar sesuatu yang berbahaya
- Sering mengambil mainan teman dengan paksa
- Reaktif
- Sering bertindak tanpa dipikir terlebih dahulu
Penanganan Untuk anak ADD/ ADHD :
1. Terapi
- Terapi Medikasi atau framakologi, adalah penanganan dengan menggunakan obat-obatan. Terapi ini hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol terhadap kemungkinan timbulnya implus hiperaktif yang tidak terkendali. Sebelum menggunakan obat, diagnosis ADD/ADHD harus ditegakkan terlebih dahulu.
- Terapi Nutrisi, adalah penanganan penangan penderita dengan diet keseimbangan karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan, penanganan alergi makanan dan/atau reaksi simpang makanan lannya.
- Terapi Biomedis, adalah penanganan dengan suplemen nutrisi, defisiensi mineral, asam lemak esensial, gangguan metabolisme asam amino, dll.
- Ter bermain, penting untuk mengembangkan keterampilan, kemampuan gerak, minat, dan terbiasa dengan suasana kompetitif dan kooperatif dalam elakukan kegiatan kelompok.
2. Obat
- Stimulus , merupakan jenis obat yang sering dipakai untuk ADD/ADHDm Addeal/E, DextroStat/E., dan Ritalin/E. Stimulan bereaksi cepat, berefek samping ringan, dan dapat memberikan energy bagi mental anak dalam memusatkan perhatian.
- TCA (Tri Cyclic Antideppressant), sangat efektif untuk dalam mengatasi suasana hhati karena merupakan jenis antidepresan. Akan tetapi TCA bekerja lebih lambat dan beresiko dalam penggunaannya.
3. Lingkungan
- Rumah, dengan melakukan pengaturan waktu, ruangan untuk melakukan aktivitas, dan mungkin tempat untuk anak jika ingin menyendiri.
- Sekolah, Membuat kartu kegiatan anak dalam satu hari beserta keterangan apakah ia sudah melakukan nya dengan baik
Sumber :
Cahya, Laili S. 2013. AHDH Bisa Sembuh, Kok. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.
Perdana, Isna F. 2012. Lebih Paham dan Dekat dengan Anak ADD/ADHD. Yogyakarta: Familia. Online 26 Juni 2018 IPUSNAS.
Semoga bermanfaat untuk para pembaca, jangan lupa tinggalkan komentar :)
No comments:
Post a Comment