Penelitian tindakan kelas merupakan suatu metode penelitian yang menarik perhatian orang-orang yang bergerak di bidang ilmu pengetahuan sosial dan para praktisi pendidikan. Guru dalam menjalankan tugasnya, secara ideal merupakan agen pembaharu sehingga diharapkan selalu melakukan langkah-langkah inovatif berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi terhadap tindakan yang telah dilakukan.
Menurut Hopkins, terdapat 6 prinsip penelitian tindakan kelas. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
Prinsip penelitian Tindakan Kelas
Dalam bidang pendidikan, khususnya kegiatan pembelajaran, Action Research berkembang menjadi Classroom Action Research (CAR) atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebagai suatu penelitian terapan, PTK sangat bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan proses dan kualitas atau hasil pembelajaran di kelas. Dengan melaksanakan tahapan-tahapan PTK, guru dapat menemukan penyelesaikan bagi masalah yang terjadi di kelasnya sendiri, dan bukan di kelas guru yang lain. Tentu saja dengan menerapkan ragam teori dan teknik pembelajaran yang relevan secara kreatif.Menurut Hopkins, terdapat 6 prinsip penelitian tindakan kelas. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut:
- Sebagai seorang guru yang pekerjaan utamanya adalah mengajar, seyogyanya PTK yang dilakukan tidak mengganggu komitmennya sebagai pengajar. Ada dua hal penting terkait dengan prinsip ini. Pertama, mungkin metode pembelajaran yang diterapkannya dalam PTK tidak segera dapat memperbaiki pembelajaran, atau hasilnya tidak jauh berbeda dengan metode yang digunakan sebelumnya. sebagai pertanggungjawaban profesional , Guru hendaknya selalu secara konsisten menemukan sebabnya, mencari jalan keluar terbaik, atau menggantinya agar mampu memfasilitasi para siswa dalam belajar dan meningkatkan hasil belajar secara optimal. Kedua, banyaknya siklus yang diterapkan hendaknya mengutamakan pada ketercapaiankriteria keberhasilan, misalnya pembentukan pemahaman yang mendalam (deep understanding) ketimbang sekedar menghabiskan kurikulum (content coverage), dan tidak semata-mata mengacu pada kejenuhan informasi.
- Tenik pengumpulan data tidak menuntut waktu dan cara yang berlebihan. sedapat mungkin hendaknya dapat diupayakan prosedur pengumpulan data yang dapat ditangani sendiri, sementara Guru tetap aktif sebagaimana biasanya. Teknik pengumpulan data diupayakan sesederhana mungkin, asal mampu memperoleh informasi yang cukup signifikan dan dapat dipercaya secara metodologis.
- Metodologi yang digunakan hendaknya dapat dipertanggungjawabkan reabilitasnya sehingga memungkinkan Guru dapat mengidentifikasi dan merumuskan hipotesis secara meyakinkan, mengembangkan strategi yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis tindakannya.
- Masalah yang terungkap adalah masalah yang benar-benar membuat guru galau, sehingga atas dasar tanggung jawabprofesional, dia didorong oleh hatinya untuk memiliki komitmen dalam rangka menemukan jalan keluarnya melalui PTK.
- Pelaksanaan PTK seyogyanya mengindahkan tata krama kehidupan berorganisasi. Artinya, PTK hendaknya diketahui oleh kepala sekolah, disosialisasikan pada rekan-rekan guru, dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah keilmuan, dilaporkan hasilnya sesuai dengan tata krama penyusunan krya tulis ilmiah, dan tetap mengedepankan kepentingan siswa layaknya sebagai manusia.
- permasalahan yang hendaknya dicarikan solusi lewat PTK hendaknya tidak terbatas hanya pada koteks kelas atau mata pelajaran tertentu, tetapi tetap mempertimbangkan perspektif sekolah secara keseluruhan.
Sumber: Muhasi. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Shira Media.
semoha bermanfaat untuk para pembaca, jika ingin lebih jelas mengenai PTK bisa baca buku sumber di atas atau beberpa buku yang membahas mengenai PTK. terimakasih atas kunjungannya
No comments:
Post a Comment